Al; Fathihah membimbing kita mengenal Allah

asalamualaikum

Bismillahhirrohmanirrahim,

mohon maaf bila ada kekurangan

Dengan isme Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang :

1.1. Isme adalah ajaran, idiologi, system hidup. Manusia harus selalu ber isme kepada isme Allah saja jangan pakai isme-isme lain selain isme Allah (pluralisme, kapitalisme, sekularisme, demokrasiisme, sosialisme dll).
1.2. Maha Pengasih adalah sifat Allah yang bertanggtung jawab kepada ciptaanNya, semua ciptaannya akan diberikan rijki, sepanjang mau mencari, apakah dia binatang, kafir, musyrik, mu’min, atheis, semua berhak mendapatkan rijki dari Allah. Siapa yang bekerja lebih keras dialah yang mendapatkan lebih banyak.
1.2. Maha Penyayang : kepada alam ditetapkan ilmu pasti (physics), agar alam beraktifitas berdasarkan kepastian agar semuanya menjadi mizan yaitu saling merahmati. Kepada manusia diberikan Al Kitab, agar manusia bisa memanage alam dan masyarakat manusia berdasarkan ilmu dari Allah. Tidak semua manusia mendapatkan RahimNya Allah, hanya orang-orang yang mau menegakkan diin Allah yang mendapatkannya.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin :

2.1. Allah Maha Terpuji, tidak memerlukan lagi puji-pujian dari manusia. Allah maha terpuji artinya segala tindakan Allah sempurna. Manusia yang menurunkan sifat terpuji itu (hamada) dinamakan Muhammad, Muhammad adalah manusia yang bisa menjaga segala tindakannya agar terpuji (menurut ukuran Allah), manusia yang terpuji (Muhammad) adalah manusia yang bisa memanage hidup dan kehidupannya dan alam sekitar dengan isme Allah yaitu berdasarkan apa yang diajarkan Allah dari KitabNya.
2.2. Robbul ‘alamin : Yang mencipta alam dan mengatur serta memeliharanya. Alam semesta itu tidak pernah kacau karena alam semesta tunduk patuh kepada Robb (Pengaturnya), kehidupan manusia pasti juga tidak akan kacau bila tunduk patuh kepada Robbnya. Robb bukan tuhan tetapi Yang Mengatur, Yang Memelihara, Yang Memandaikan, Yang Memberikan Hukum. Manusia itu bisa menjadi rakhmatan lil ‘alamin kalau tunduk patuh kepada Hukum Allah. Hukum Allah baru bisa dilaksanakan kalau ada Kekuasaan Allah ditegakkan manusia dimuka bumi.

Alhamdulillahirobbil’alamin adalah prinsip Ruibbubiyallah, tidak boleh ada robb-robb lain atau tidak boleh ada hukum/aturan lain selain (dari) Allah.

Arrahmanirrahim

Sudah dijelaskan pada Bismillahirrahmaniraahim

Maliki Yaumiddin

3.1. Malik = Yang Merajai, Raja berkuasa degan Hukum-HukumNya. Merajai artinya tidak ada satu makhlukpun yang boleh jadi raja selain Yang Merajai.

3.2. Yaum = hari atau saat atau kurun waktu.

3.3. Diin = system kehidupan yang diatur oleh Allah.

Jadi Maliki Yaumiddin adalah Allah yang merajai alam sepanjang masa dengan diinNya. Allah tidak pernah lelah, mengantuk dan berhenti mengurus dan memelihara alam dengan diinNya (Baca ayat kursi QS.2/255).

Maliki yaumuddin adalah prinsip mulkiyallah, bahwa dialam semesta ini hanya Allah saja yang patut menjadi Raja bagi alam dan manusia.

Iyyaka na’budu wa iyya kanashta’in

4.1. PadaMu (Allah), kami mengabdi, dan padaMu (Allah) kami memohon pertolongan. Jadi mengabdi kepada Ma’bud (Yang Diabdi) tidak mungkin sendiri-sendiri harus berkomunitas
4.2. Memohon pertongan adalah pertolongan kepada komunitas, pertolongan yang diperlukan oleh komunitas manusia adalah agar Allah membebaskan manusia dari pengabdian kepada manusia (kepada negara, bangsa, partai, pemimpin), bentuknya adalah diberikan kekuasaan (BacaQS.24/55)

Iyyakana’budu wa iyyaka nashta’in adalah prinsip Uluhiyallah, tidak boleh ada ma’bud-ma’bud lain atau tidak boleh ada ila-ilah lain selain Allah.

Ihdinashshirothol mustaqim :

5.1. Tunjuki kami jalan yang lurus.
5.2. Jalan yang lurus adalah Islam hanif, ajaran yang dibawa Ibrahim, yang tercantum didalam al Quran (Baca QS.6/161-163)

Shirotholladzina an’amta alaihim

6.1. Jalan yang pernah Engkau berikan kepada orang-orang yang telah Engkau beri nikmat (mereka itu adalah QS.4/69).
6.2. Nikmat adalah apabila komunitas manusia hidupnya sudah ada dalam ridlo Allah . Ridlo Allah itu adalah tatkala manusia sudah berhasil menegakkan diin Allah (QS.42/13) yaitu tatkala diin Allah sudah dhohir, menjadi satu-satunya pedoman bagi kehidupan manusia (QS.61/9)

Ghoiril maghdlubi’alaihin

7.1. Bukan jalan yang dimurkai Allah, yaitu system kehidupan berbangsa-bangsa dengan idiologi bangsa sebagai panduan hidup manusia yang dirancang oleh para bapak bangsa.
7.2. Yaitu system kehidupan yang dikisahkan Allah seperti system kehidupan yang dijalankan oleh Firaun, Kaum Aad, Kaum Tsamud, Kaum Luth, Roma, Quraisy dan system serupa yang dijalankan manusia saat ini. Dalam system kehidupan ini, maka manusia menjadikan Firaun ilah, artinya menjadi pusat ketaatan, pusat kecintaan, sedang Allah diabaikan hanya dijadikan sekedar sesembahan bukan sebagai pusat pengabdian.
7.3. Tentu saja system kehidupan manusia yang dirancang oleh manusia membawa kemurkaan Allah kepada manusia, manusia apabila tidak juga sadar tentang prinsip tauhid yaitu hanya mengabdi kepadaAllah saja, maka kehidupan manusia akan digodlob. Manusia yang berdiin selain diin Allah akan menerima adzab Allah berupa bala penyakit, bencana alam. kerusakan bumi, udara dan air, terjadi chaos dimana-mana.
7.4. Manusia seperti itu tidak pernah berfikir bahwa sholat adalah merupakan satu paket ibadah dengan kehidupan sehari-hari. Mereka menjadikan sholat hanya sebagai lambang-lambang bukan bukti ketaatan mereka kepada hukum Allah seperti janji mereka waktu sholat : inna sholati,wanusuki, wamahyaya, wamamati lillahirobbil ‘alamin

Waladldlolin

8.1. Kehidupan yang tidak berdasarkan isme Allah adalah kehidupan dlolan.
8.2. Muhammad bin Abdillah adalah ahli sembahyang sebelum menerima wahyu, tetapi Allah tetap saja mencap Muhammad sebagai dlolan (QS. Adh Dhuha : 6), sebab sembahyangnya Muhammad hanyalah sekedar aksi ritual, sedang didalam memanage kehidupan sehari-hari dia memakai system pluralisme yaitu dengan mengikuti system kehidupan ‘ala Quraisy yang diatur oleh Darun Nadwah, dimana Muhammad bin Abdillah memimpin partai Bani Hasyim.

Surat An-Naas

Surat ini ada diakhir al Quran maksudnya agar manusia menjadikan Surat Itu sebagai visi kehidupan manusia. Kalau Al Fathihah itu memuat trilogi Ad-Diinul Islam yaitu mengikrarkan bahwa Allah itu Robb, Malik dan Ilah/Ma’bud bagi seluruh alam, maka manusia harus berjuang dengan sungguh-sungguh (berjihad) untuk menegakkan diin agar Allah secara aktual dan operasional menjadi Robinnaas, Malikinnaas dan Ilahinnaas. Yaitu hanya Allah sajalah yang berhak menjadi Robb bagi manusia, yang berhak menjadi Raja bagi manusia dan menjadi Ilah bagi manusia, jangan sampai ada robb lain, malik lain dan ilah lain selain Allah. Inilah prinsip tauhid yang benar

~ oleh kiraditya18 pada Februari 2, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: