Aplikasi jurus dalam bertarung
mungkin terbesit dalam pikiran kita jurus itu apa seh????
apa bisa digunakan dalam pertarungan yang sebenarnya
oke kita bisa ambil dari pangandikan(omongan)para guru-guru silat yang pernah nimbrung di dunia maya
secara bahasa jurus dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti arah, lurus… sementara dalam pencak silat jurus adalah rangkaian tata gerak yang memiliki maksud, nilai guna, arah dan sasaran.
aplikasi adalah penggunaan, lalu bagaimana kaitannya jurus dengan keadaan (pertarungan) yang sebenarnya?
1. jurus atau tata gerak yang dilakukan dengan cara melatih menggunakan metode pengulangan terus-menerus / repetition atau di”drill” maka akan mendapatkan suatu tata gerak yang menjadi mendekati “baku” dalam menghadapi suatu keadaan atau situasi yang mendekati sama dengan yang di latih. Namun akan menjadi suatu kebingungan jika yang dihadapi menjadi berbeda dengan apa yang didapat dalam berlatih. seperti contoh jika terbiasa melatih tangkisan ke arah luar menghadapi tendangan sabit dan sedikit mengetahui variasi tendangan, maka akan menjadi gugup dan bingung akan gerak yang terbiasa dihapal yang “hanya” mengandalkan tangkisan jika menghadapi tendangan melingkar ke dalam.
2. pelatihan model pemahaman dan pengertian akan dalil / Kaidah dalam bela diri yang disertai pengulangan jurus / tata gerak sebagai bentuk pembiasaan akan dapat menjawab setidaknya dalam keadaan yang sebenarnya. Karena jurus disini adalah merupakan suatu “bentukan” atas sebuah keadaan bukan “bentuk baku” dalam menghadapi keadaan, dengan kata lain dengan mengerti dalil dan kaidah maka jurus yang dapat digunakan dalam keadaan yang sesungguhnya adalah tata gerak “tanpa” bentuk yang disesuaikan keadaan.
3. pemahaman dan pengertian dalil dan kaidah tanpa latihan dan pengulangan hanya akan membuat praktisi bela diri (terutama pesilat) menjadi “sastrawan” pesilat….
tambahan lagi
jurus adalah pembakuan/simulasi dari hal-hal yang umum terjadi dalam satu pertarungan
jurus ada yg baku, dan ada yang dikembangkan..
yg baku, biasanya digunakan untuk demonstrasi atau ujian, atau sekedar bahan latihan rutin supaya seragam dan menjadi ciri khas perguruan/aliran, dan gampang untuk di wariskan ke penerus ke ilmuannya
jurus yang dikembangkan adalah pemecahan kembali tiap gerak dalam jurus baku, dan dirangkai ulang dengan visualisasi pertarungan dengan kondisi yang lain, misalnya 1 lawan 1, ditawur, tawuran, dll..
dari visualisasi 1 lawan 1 saja, kemungkinan yang timbul bisa sangat banyak, misal pecahan dari suatu jurus terdapat sbb:
pukulan lurus, pukulan samping dan tendangan, sama langkah menghindar 4 penjuru ( depan-belakang, kiri-kanan)..
alternatif 1.
kita pukul lurus, lawan menghindar kesamping kanan, kita kejar dengan langkah kekanan sambil melepaskan pukulan samping, dihindari lawan dengan melangkah ke belakang kita, dan kita kejar dengan tendangan belakang
alternatif 2.
lawan menyerang kita dengan tendangan depan, kita melangkah menghindar kesampingkiri sambil melepaskan pukulan samping kelawan, dan dihindari dengan lompatan menjauh kekanan, kita kejar dengan tendangan samping
dst..
dalam pertarungan, kita harus bisa menerapkan simulasi diatas dengan sepersekian detik, kendalanya nanti biasanya adalah tidak sinergisnya pikiran dengan otot
yahhh inilah sepengetahuan dari berbagai sumber wejangan guru-guru
cukup sekian semoga bermanfaat wassalamualaikum wr.wb






mohon digali lagi ilmunya..
aplikasi jurus dalam silat lain disebut “BUAH jurus”
kesatuan gerak, langkah dan jurus merupakan aplikasi nyata beladiri silat. kesatuan itu juga disebut buah jurus.
dalam silat tidak cukup dengan visualisasi saja. metode latihan pun tidak bisa dengan visualisasi saja.
metode latihan pasangan, rasa, serang hindar merupakan simulasi gerak beladiri dalam silat. silahkan anda cari referensi silat cianjur, betawi, dan minang untuk lebih meyakinkan materi “jurus” silat.
semoga anda seorang praktisi silat sehingga penjiwaan terhadap “jurus silat” lebih mahfum.
salam
wah terima kasih atas saranya kang……kalo boleh tau dari perguruan apa neh kang>???